Berita Internasional

Pabrik Senjata Iran: Pengakuan di Luar Negeri Pasca-Perang

pabrik senjata Iran

polres-serkot.id – Dua bulan setelah gencatan senjata usai perang 12 hari melawan Israel pada Juni 2025, Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh mengungkapkan kemajuan signifikan dalam program pertahanan negara. Ia mengakui keberadaan pabrik senjata Iran di beberapa negara asing, meskipun detail lokasi belum diungkap. Pengakuan ini menandai langkah baru dalam strategi militer Iran, yang sebelumnya bergantung pada produksi domestik. Nasirzadeh juga menekankan pergeseran prioritas pasca-konflik, termasuk penguatan rudal balistik. Untuk itu, artikel ini membahas pengakuan pabrik senjata Iran, dampak perang terhadap program nuklir, dan kontroversi kembalinya inspektur IAEA.

Pengakuan Pabrik Senjata Iran di Luar Negeri

Iran telah membangun infrastruktur produksi senjata di beberapa negara, menurut pernyataan Nasirzadeh dalam wawancara televisi pada 23 Agustus 2025. “Kami telah mendirikan pabrik senjata Iran di beberapa negara, tapi untuk saat ini kami tidak akan mengungkap nama-namanya,” katanya, seperti dilaporkan Iran International. Fasilitas ini kemungkinan akan diresmikan secara resmi dalam waktu dekat, meskipun lokasi tetap rahasia untuk alasan keamanan. Langkah ini merupakan respons terhadap sanksi AS sejak 1979, yang membatasi akses Iran terhadap senjata modern, sehingga mendorong ketergantungan pada desain domestik dan adaptasi sistem lama.

Dengan demikian, pabrik senjata Iran ini memperkuat rantai pasok militer, memungkinkan produksi rudal dan peralatan lain di luar jangkauan sanksi. Nasirzadeh menambahkan bahwa pengembangan rudal tetap prioritas utama, dengan uji coba warhead baru yang lebih canggih dan manuverable. Contohnya, rudal Qassem Basir, dengan jangkauan 1.200 km, disebut sebagai senjata paling presisi Iran, yang tidak digunakan selama perang. Hal ini menunjukkan strategi Iran untuk menahan kemampuan unggulan guna menghadapi ancaman masa depan.

Dampak Perang terhadap Program Rudal Iran

Perang 12 hari dimulai pada 13 Juni 2025, ketika Israel menyerang fasilitas nuklir dan militer Iran, membunuh komandan senior dan ilmuwan. Iran membalas dengan serangan rudal dan drone, yang sebagian besar dicegat oleh pertahanan Israel dengan bantuan AS. Nasirzadeh mengklaim kemenangan, menyatakan bahwa jika konflik berlangsung 15 hari, Israel tidak akan mampu mencegat rudal Iran. “Pada hari-hari awal, 40% rudal kami dicegat, tapi di akhir perang, 90% mencapai target,” ujarnya, menurut Economic Times.

Meskipun Israel melaporkan tingkat intersepsi 90%, Nasirzadeh menekankan bahwa pengalaman Iran meningkat, sementara pertahanan Israel melemah. Untuk itu, pasca-perang, Iran menguji rudal hipersonik dan manuverable yang bisa menghindari sistem seperti Iron Dome dan THAAD. Latihan angkatan laut pada 21 Agustus 2025, termasuk tembakan rudal jelajah di Teluk Oman, menunjukkan kesiapan. Nasirzadeh memperingatkan bahwa negara lemah tidak akan bertahan di era sekarang, menekankan perlunya kekuatan militer di samping ekonomi.

Kontroversi Kembalinya Inspektur IAEA

Kembalinya inspektur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) ke Iran memicu reaksi keras dari anggota parlemen konservatif. Pada Juni 2025, parlemen menyetujui undang-undang menangguhkan kerjasama dengan IAEA setelah serangan AS dan Israel terhadap fasilitas nuklir. Amir Hossein Sabeti, anggota parlemen, menuduh inspektur sebagai mata-mata yang menyamar, yang memberikan informasi kepada AS dan Israel sebelum perang, menyebabkan kematian 10 ilmuwan nuklir. “Belum dua bulan setelah parlemen menyetujui undang-undang penangguhan, mata-mata IAEA datang lagi,” katanya.

Sabeti merujuk pernyataan Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, yang mengkritik kepala IAEA Rafael Grossi: “Anda bilang kami akan urus Grossi nanti, tapi sekarang Grossi yang mengurus kami.” Kantor berita Fars, dekat Garda Revolusi, menyerukan peninjauan ulang keputusan. Meskipun Menteri Luar Negeri menyatakan keputusan disetujui Dewan Keamanan, anggota oposisi menyebutnya ilegal. Dengan demikian, tuduhan spionase ini memperburuk ketegangan, di mana IAEA kesulitan memverifikasi stok uranium yang diperkaya.

Dominasi Rudal Balistik dalam Strategi Iran

Program rudal Iran mendominasi diskusi pasca-perang, dengan Nasirzadeh menekankan bahwa tanpa kemampuan rudal, gencatan senjata tidak akan tercapai. “Gencatan senjata berlanjut sampai kami menyerah,” tegasnya. Iran mengklaim telah menembus pertahanan multi-lapis Israel, meskipun laporan AS menyatakan serangan hanya menunda program nuklir Iran beberapa bulan. Latihan bersama dengan Rusia, seperti Casarex 2025 di Laut Kaspia, memperkuat kolaborasi.

Selain itu, Iran menguji warhead baru yang tahan perang elektronik. Dengan demikian, pengakuan pabrik senjata Iran mendukung ambisi ini, memungkinkan produksi di luar negeri untuk menghindari sanksi. Namun, Israel dan AS menganggap ini ancaman eksistensial, dengan Netanyahu menyatakan serangan menghapus ancaman nuklir Iran.

Peluang dan Tantangan Program Militer Iran

Pengakuan pabrik senjata Iran membuka peluang ekspansi, tapi tantangan tetap ada. Sanksi membatasi impor, sehingga produksi luar negeri krusial. Nasirzadeh menyatakan prioritas bergeser pasca-perang, fokus pada perbaikan Garda Revolusi. Namun, tuduhan IAEA sebagai spionase menghambat verifikasi internasional, berpotensi memicu sanksi baru.

Untuk mengatasi, Iran memanfaatkan aliansi dengan Rusia dan China untuk teknologi. Parlemen mendukung percepatan program nuklir sipil, tapi skeptis terhadap inspektur. Dengan demikian, pabrik senjata Iran menjadi simbol ketahanan, tapi juga pemicu ketegangan regional.

Strategi Diplomasi dan Militer Pasca-Perang

Iran menerapkan strategi ganda: diplomasi dan militer. Meskipun menolak negosiasi langsung dengan AS, Tehran siap bicara melalui mediator. Nasirzadeh memperingatkan serangan balasan terhadap basis AS jika konflik pecah. Latihan “Sustainable Power 1404” menunjukkan kesiapan.

Sebagai contoh, uji coba rudal jelajah pada Agustus 2025 membuktikan kemampuan. Dengan demikian, strategi ini efektif mencegah agresi, sambil membangun deterrence.

Masa Depan Pabrik Senjata Iran dan Nuklir

Pengakuan pabrik senjata Iran bukan akhir, tapi awal ekspansi. Nasirzadeh menekankan inovasi berkelanjutan. Pemerintah AS di bawah Trump menuntut nol pengayaan uranium, tapi Iran menolak. Kolaborasi dengan sekutu kuatkan posisi.

Konflik ini ajarkan pentingnya keseimbangan kekuatan. Dengan regulasi ketat, Iran bisa maju tanpa provokasi. Dengan demikian, pabrik senjata Iran simbol ketahanan, dorong perdamaian melalui kekuatan.

kur 2026 dimulai lebih awal ini arah kebijakan terbarunya bunga kur tetap 6 persen dan dampaknya bagi umkm di 2026 penyaluran kur 2026 dipercepat apa yang perlu diketahui pelaku usaha kur 2026 fokus usaha produktif dan pengetatan seleksi transformasi kur 2026 dari pembiayaan ke penguatan umkm ketika angka rtp bertemu tradisi mahjong di era game digital mahjong digital dan ilusi peluang membaca rtp secara kritis mengapa rtp sering disalahpahami dalam permainan mahjong online diskusi game online 2026 dan posisi mahjong wins 3 di publik mengamati popularitas mahjong wins 3 dalam ekosistem game online kisah pekerja harian menguji mahjong ways dengan modal awal 45rb di sela waktu istirahat liputan redaksi perjalanan anak kos kenal mahjong ways berawal dari dana minim 60rb sorotan publik cerita pemain pendatang baru mencoba mahjong ways bermodal terbatas 50rb mahjong ways 2 dan narasi menang mengapa banyak yang salah paham membaca peluang menang di mahjong ways 2 lewat kacamata statistik mahjong ways 2 antara sensasi menang dan risiko yang sering terlupa mahjong wins 3 dan cara pemain memaknai kemenangan dalam game menang di mahjong wins 3 antara persepsi dan realita permainan mahjong wins 3 dan fenomena menang beruntun yang bikin penasaran kur 2026 dan respons pasar saham terhadap penyaluran kredit bunga kur tetap 6 persen bagaimana dampaknya ke saham bank penyaluran kur awal 2026 dan sentimen investor di bursa kur dorong umkm tumbuh apa artinya bagi pasar saham dari rasa penasaran hingga jadi rutinitas pengalaman bermain mahjong ways dengan modal 70rb catatan redaksi kisah ojek online mengisi waktu luang lewat mahjong ways modal awal 55rb laporan santai media lokal cerita pekerja shift malam bermain mahjong ways dana minim 48rb kenapa menang di mahjong ways 2 terasa dekat padahal tidak sederhana mahjong ways 2 dan angka rtp mengapa bukan ramalan kemenangan mitos pola menang mahjong ways 2 dan fakta di baliknya bagaimana pemain mengelola momen menang di mahjong wins 3 mahjong wins 3 dan pola menang yang sering disalahartikan saat menang di mahjong wins 3 kenapa kontrol diri jadi penting mahjong wins 3 dan psikologi kemenangan dalam permainan digital saham perbankan di 2026 saat kur jadi fokus pemerintah hubungan kur dan kinerja saham bank di tengah ekonomi 2026 kur 2026 fokus usaha produktif dan reaksi pelaku pasar saham jejak pengalaman pemain sederhana mengenal mahjong ways saat keuangan terbatas 45rb ulasan redaksi kenapa mahjong ways menarik bagi pemain bermodal awal di bawah 65rb dari obrolan warganet ke pengalaman nyata cerita mencoba mahjong ways dengan modal 58rb mahjong ways 2 saat kemenangan bikin lengah ini cara tetap terkontrol sorotan komunitas kisah perantau menguji mahjong ways berawal dari dana minim 52rb menang beruntun di mahjong ways 2 kebetulan atau ada penjelasan logis mahjong ways 2 dan psikologi menang bagaimana otak membaca keberuntungan mahjong ways 2 dan batasan bermain kenapa ini lebih penting dari menang membaca momen menang di mahjong wins 3 tanpa terjebak euforia mahjong wins 3 dari satu kemenangan ke keputusan berikutnya makna menang dalam game mahjong wins 3 menurut pengalaman pemain dari kredit umkm ke bursa membaca arah kur dan saham kebijakan kur terbaru dan harapan investor saham perbankan kur dan pasar saham 2026 membaca risiko dan peluang