Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, melakukan kunjungan ke Situs Megalitik Nias pada Jumat, 17 Juli 2026. Kunjungan itu berlangsung di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, dan turut melibatkan rombongan pemerintahan daerah setempat.

Pada perjalanan tersebut, Fabien Penone didampingi oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution untuk meninjau dua situs megalitik penting di wilayah itu, yakni Bawomataluo dan Tetegewo. Dalam kesempatan itu, Dubes mengenakan pakaian adat Nias saat berada di lokasi.
Kunjungan dan pakaian adat
Kehadiran Dubes Prancis di Nias Selatan mendapat perhatian karena penampilan yang mengenakan busana tradisional setempat. Pilihan berpakaian tersebut menjadi bagian dari agenda kunjungan yang berfokus pada pengenalan warisan budaya dan situs-situs bersejarah di pulau Nias. Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution menemani kunjungan ke lokasi-lokasi megalitik yang menjadi tujuan wisata dan warisan budaya masyarakat setempat.
Situs Megalitik Bawomataluo
Salah satu titik yang dikunjungi adalah Situs Megalitik Bawomataluo, yang diperkirakan berusia sekitar 300 tahun. Di kawasan ini terdapat sejumlah struktur tradisional yang menandai kehidupan kerajaan lama di Nias, termasuk bangunan yang dikenal sebagai Omo Sebua—rumah yang biasa disebut sebagai Rumah Raja. Selain itu, di Bawomataluo juga terlihat monumen-monumen dan meja batu kuno yang menjadi bagian dari tata ruang tradisional, serta tradisi batu lompat yang dikenal sebagai Fahombo.
Keberadaan elemen-elemen tersebut menjadikan Bawomataluo sebagai salah satu pusat warisan budaya yang penting di Nias Selatan. Kunjungan pejabat asing ke situs ini menyiratkan perhatian terhadap pelestarian dan pengenalan nilai-nilai tradisional setempat kepada tamu internasional.
Situs Megalitik Tetegewo
Selain Bawomataluo, rombongan juga mengunjungi Situs Megalitik Tetegewo. Kunjungan ini melengkapi rangkaian kunjungan di Kabupaten Nias Selatan pada hari yang sama, meskipun keterangan rinci mengenai unsur-unsur tertentu di Tetegewo tidak diuraikan secara lengkap dalam keterangan kunjungan.
Kedua situs tersebut merupakan bagian dari warisan megalitik di Nias yang memuat nilai sejarah dan budaya komunitas setempat. Kehadiran tamu diplomatik yang mengapresiasi busana adat dan struktur tradisional diharapkan dapat memperkuat perhatian publik terhadap upaya pelestarian situs-situs bersejarah ini.
Makna kunjungan bagi pelestarian budaya
Kunjungan Fabien Penone yang disertai pejabat daerah menunjukkan adanya perhatian pada aspek budaya dalam hubungan bilateral di tingkat daerah. Pengenalan langsung terhadap situs-situs megalitik serta interaksi dengan elemen tradisional seperti pakaian adat memberi dimensi kebudayaan pada kunjungan resmi tersebut.
Masyarakat lokal dan pengelola situs megalitik kerap menempatkan nilai-nilai tradisi sebagai bagian penting dari identitas. Kunjungan tokoh internasional ke lokasi-lokasi ini dapat menjadi momentum untuk semakin menonjolkan pentingnya perlindungan dan pengelolaan warisan budaya agar tetap lestari untuk generasi mendatang.
Rangkaian kegiatan di Nias Selatan pada 17 Juli 2026 itu menegaskan posisi situs-situs megalitik seperti Bawomataluo dan Tetegewo sebagai aset budaya yang menarik perhatian, baik secara nasional maupun internasional.
