Berita Nasional

Bukan Hanya DPR, DPRD Juga Dapat Tunjangan Rumah Puluhan Juta

Tunjangan rumah

polres-serkot.id – Tunjangan rumah anggota DPR yang mencapai puluhan juta rupiah per bulan memicu kemarahan masyarakat, sehingga memantik demonstrasi di berbagai kota sejak Agustus 2025. Oleh karena itu, DPR dan pemerintah berjanji mengevaluasi tunjangan tersebut, termasuk tunjangan perumahan. Namun, anggota DPRD di daerah seperti DKI Jakarta, Depok, dan Kabupaten Tangerang juga menerima tunjangan serupa. Artikel ini mengulas besaran tunjangan rumah DPRD, respons masyarakat, serta langkah evaluasi, dengan fokus pada transparansi dan akuntabilitas.

Besaran Tunjangan Rumah DPRD

Pertama-tama, anggota DPRD di berbagai daerah menerima tunjangan rumah, dengan nilai yang bervariasi sesuai peraturan daerah. Berikut rincian dari tiga daerah:

DKI Jakarta: Tunjangan Hingga Rp78,8 Juta

Sebagai contoh, Gubernur DKI Jakarta menetapkan tunjangan perumahan melalui Keputusan Gubernur Nomor 415 Tahun 2022. Pimpinan DPRD menerima Rp78,8 juta per bulan (termasuk pajak), sedangkan anggota DPRD mendapatkan Rp70,4 juta per bulan. Selain itu, penghasilan anggota DPRD DKI, termasuk tunjangan reses dan kunjungan kerja, mencapai Rp139,2 juta per bulan atau Rp1,67 miliar per tahun. Dengan demikian, angka ini memicu kritik keras, terutama karena banyak masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi.

Depok: Komitmen Evaluasi Tunjangan

Sementara itu, Wali Kota Depok Supian Suri dan Ketua DPRD Ade Supriyatna sepakat mengevaluasi tunjangan perumahan setelah dialog dengan masyarakat pada 31 Agustus 2025. Berdasarkan Peraturan Wali Kota Nomor 97 Tahun 2021, ketua DPRD menerima Rp47,1 juta, wakil ketua Rp43,1 juta, dan anggota Rp32,5 juta per bulan. Oleh sebab itu, mereka berjanji menyesuaikan tunjangan ke angka yang lebih wajar, meskipun detailnya masih menunggu pengumuman.

Kabupaten Tangerang: Batalkan Kenaikan Tunjangan

Di sisi lain, DPRD Kabupaten Tangerang membatalkan rencana kenaikan tunjangan perumahan untuk 2025 setelah protes mahasiswa pada 1 September 2025. Awalnya, Peraturan Bupati Nomor 1 Tahun 2025 mengusulkan Rp43,5 juta untuk ketua, Rp39,4 juta untuk wakil ketua, dan Rp35,4 juta untuk anggota. Namun, DPRD kini kembali menggunakan Perbup Nomor 94 Tahun 2023, dengan tunjangan Rp35 juta untuk ketua, Rp34 juta untuk wakil ketua, dan Rp32 juta untuk anggota. Dengan kata lain, DPRD merespons aspirasi masyarakat dengan cepat.

Respons Masyarakat terhadap Tunjangan

Demonstrasi besar-besaran sejak Agustus 2025 menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap tunjangan rumah yang dianggap berlebihan. Misalnya, Ari Subagyo dari Forum Warga Kota Indonesia menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap penghasilan DPRD DKI, termasuk tunjangan reses dan kunjungan kerja. Ia menegaskan bahwa angka Rp1,67 miliar per tahun per anggota terlalu tinggi di tengah kesenjangan sosial. Oleh karena itu, ia meminta DPRD DKI segera berbenah, sejalan dengan arahan Presiden.

Demikian pula, mahasiswa di Kabupaten Tangerang menuntut pencabutan Perbup Nomor 1 Tahun 2025. Mereka menganggap kenaikan tunjangan tidak mencerminkan kepekaan terhadap rakyat, terutama karena banyak warga berpenghasilan di bawah UMR. Akibatnya, DPRD setempat membatalkan kenaikan dan berjanji meningkatkan transparansi. Selain itu, masyarakat juga menuntut jaminan tidak adanya tindakan represif terhadap demonstran.

Dasar Hukum Tunjangan

Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar menjelaskan bahwa DPR menetapkan tunjangan rumah dengan mengacu pada tunjangan DPRD DKI sebagai patokan. Dengan demikian, Kementerian Keuangan turut mengkaji penetapan ini berdasarkan PP Nomor 18 Tahun 2017, yang telah diubah menjadi PP Nomor 1 Tahun 2023. Aturan ini mengatur hak keuangan DPRD, termasuk tunjangan perumahan. Namun, karena biaya hidup berbeda antar daerah, besaran tunjangan bervariasi. Sebagai contoh, tunjangan DPRD DKI lebih tinggi karena harga properti di Jakarta jauh lebih mahal.

Meski begitu, masyarakat mempertanyakan kepatutan tunjangan ini. Sebagai contoh, banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, sementara legislator menerima tunjangan besar. Oleh sebab itu, organisasi seperti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyoroti potensi pemborosan dan kurangnya transparansi.

Langkah Menuju Transparansi

Untuk menangani polemik ini, DPR dan DPRD mengambil beberapa langkah. Pertama, DPRD Kabupaten Tangerang membatalkan kenaikan tunjangan dan kembali ke aturan lama. Kedua, DPRD Depok berkomitmen mengevaluasi tunjangan agar lebih sesuai. Ketiga, DPR pusat dan pemerintah berencana mengevaluasi semua tunjangan, termasuk reses dan kunjungan kerja. Dengan kata lain, tekanan masyarakat mendorong perubahan kebijakan.

Namun, transparansi tetap menjadi fokus utama. Oleh karena itu, masyarakat mendesak DPRD membuka rincian tunjangan secara publik, sesuai UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selain itu, evaluasi tunjangan harus melibatkan aspirasi rakyat untuk memastikan keadilan dan akuntabilitas.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, tunjangan rumah DPRD di DKI Jakarta (Rp70,4–78,8 juta), Depok (Rp32,5–47,1 juta), dan Kabupaten Tangerang (Rp32–35 juta) memicu gelombang protes masyarakat. Dengan demikian, demonstrasi mendorong pembatalan kenaikan tunjangan di Tangerang dan evaluasi di Depok. Oleh sebab itu, DPR dan DPRD perlu meningkatkan transparansi dan mendengarkan aspirasi rakyat. Ke depannya, kebijakan tunjangan rumah harus mencerminkan kepekaan sosial agar tidak lagi memicu keresahan.

kur 2026 dimulai lebih awal ini arah kebijakan terbarunya bunga kur tetap 6 persen dan dampaknya bagi umkm di 2026 penyaluran kur 2026 dipercepat apa yang perlu diketahui pelaku usaha kur 2026 fokus usaha produktif dan pengetatan seleksi transformasi kur 2026 dari pembiayaan ke penguatan umkm ketika angka rtp bertemu tradisi mahjong di era game digital mahjong digital dan ilusi peluang membaca rtp secara kritis mengapa rtp sering disalahpahami dalam permainan mahjong online diskusi game online 2026 dan posisi mahjong wins 3 di publik mengamati popularitas mahjong wins 3 dalam ekosistem game online kisah pekerja harian menguji mahjong ways dengan modal awal 45rb di sela waktu istirahat liputan redaksi perjalanan anak kos kenal mahjong ways berawal dari dana minim 60rb sorotan publik cerita pemain pendatang baru mencoba mahjong ways bermodal terbatas 50rb mahjong ways 2 dan narasi menang mengapa banyak yang salah paham membaca peluang menang di mahjong ways 2 lewat kacamata statistik mahjong ways 2 antara sensasi menang dan risiko yang sering terlupa mahjong wins 3 dan cara pemain memaknai kemenangan dalam game menang di mahjong wins 3 antara persepsi dan realita permainan mahjong wins 3 dan fenomena menang beruntun yang bikin penasaran kur 2026 dan respons pasar saham terhadap penyaluran kredit bunga kur tetap 6 persen bagaimana dampaknya ke saham bank penyaluran kur awal 2026 dan sentimen investor di bursa kur dorong umkm tumbuh apa artinya bagi pasar saham dari rasa penasaran hingga jadi rutinitas pengalaman bermain mahjong ways dengan modal 70rb catatan redaksi kisah ojek online mengisi waktu luang lewat mahjong ways modal awal 55rb laporan santai media lokal cerita pekerja shift malam bermain mahjong ways dana minim 48rb kenapa menang di mahjong ways 2 terasa dekat padahal tidak sederhana mahjong ways 2 dan angka rtp mengapa bukan ramalan kemenangan mitos pola menang mahjong ways 2 dan fakta di baliknya bagaimana pemain mengelola momen menang di mahjong wins 3 mahjong wins 3 dan pola menang yang sering disalahartikan saat menang di mahjong wins 3 kenapa kontrol diri jadi penting mahjong wins 3 dan psikologi kemenangan dalam permainan digital saham perbankan di 2026 saat kur jadi fokus pemerintah hubungan kur dan kinerja saham bank di tengah ekonomi 2026 kur 2026 fokus usaha produktif dan reaksi pelaku pasar saham jejak pengalaman pemain sederhana mengenal mahjong ways saat keuangan terbatas 45rb ulasan redaksi kenapa mahjong ways menarik bagi pemain bermodal awal di bawah 65rb dari obrolan warganet ke pengalaman nyata cerita mencoba mahjong ways dengan modal 58rb mahjong ways 2 saat kemenangan bikin lengah ini cara tetap terkontrol sorotan komunitas kisah perantau menguji mahjong ways berawal dari dana minim 52rb menang beruntun di mahjong ways 2 kebetulan atau ada penjelasan logis mahjong ways 2 dan psikologi menang bagaimana otak membaca keberuntungan mahjong ways 2 dan batasan bermain kenapa ini lebih penting dari menang membaca momen menang di mahjong wins 3 tanpa terjebak euforia mahjong wins 3 dari satu kemenangan ke keputusan berikutnya makna menang dalam game mahjong wins 3 menurut pengalaman pemain dari kredit umkm ke bursa membaca arah kur dan saham kebijakan kur terbaru dan harapan investor saham perbankan kur dan pasar saham 2026 membaca risiko dan peluang