kencang77Ejournal STIP Jakarta 61Ejournal STIP Jakarta 62Ejournal STIP Jakarta 63Ejournal STIP Jakarta 64Ejournal STIP Jakarta 65Ejournal STIP Jakarta 66Ejournal STIP Jakarta 67Ejournal STIP Jakarta 68Ejournal STIP Jakarta 69Ejournal STIP Jakarta 70Ejournal STIP Jakarta 71Ejournal STIP Jakarta 72Ejournal STIP Jakarta 73Ejournal STIP Jakarta 74Ejournal STIP Jakarta 75Ejournal STIP Jakarta 76Ejournal STIP Jakarta 77Ejournal STIP Jakarta 78Ejournal STIP Jakarta 79Ejournal STIP Jakarta 80Ejournal STIP Jakarta 81Ejournal STIP Jakarta 82Ejournal STIP Jakarta 83Ejournal STIP Jakarta 84Ejournal STIP Jakarta 85Ejournal STIP Jakarta 86Ejournal STIP Jakarta 87Ejournal STIP Jakarta 88Ejournal STIP Jakarta 89Ejournal STIP Jakarta 90Ejurnal Setia Budi 001Ejurnal Setia Budi 002Ejurnal Setia Budi 003Ejurnal Setia Budi 004Ejurnal Setia Budi 005Ejurnal Setia Budi 006Ejurnal Setia Budi 007Ejurnal Setia Budi 008Ejurnal Setia Budi 009Ejurnal Setia Budi 010Ejurnal Setia Budi 011Ejurnal Setia Budi 012Ejurnal Setia Budi 013Ejurnal Setia Budi 014Ejurnal Setia Budi 015Ejurnal Setia Budi 016Ejurnal Setia Budi 017Ejurnal Setia Budi 018Ejurnal Setia Budi 019Ejurnal Setia Budi 020Ejurnal Setia Budi 021Ejurnal Setia Budi 022Ejurnal Setia Budi 023Ejurnal Setia Budi 024Ejurnal Setia Budi 025Ejurnal Setia Budi 026Ejurnal Setia Budi 027Ejurnal Setia Budi 028Ejurnal Setia Budi 029Ejurnal Setia Budi 030Ejurnal Setia Budi 031Ejurnal Setia Budi 032Ejurnal Setia Budi 033Ejurnal Setia Budi 034Ejurnal Setia Budi 035Ejurnal Setia Budi 036Ejurnal Setia Budi 037Ejurnal Setia Budi 038Ejurnal Setia Budi 039Ejurnal Setia Budi 040Digital Perpus Upnyk 0001Digital Perpus Upnyk 0002Digital Perpus Upnyk 0003Digital Perpus Upnyk 0004Digital Perpus Upnyk 0005Digital Perpus Upnyk 0006Digital Perpus Upnyk 0007Digital Perpus Upnyk 0008Digital Perpus Upnyk 0009Digital Perpus Upnyk 0010Digital Perpus Upnyk 0011Digital Perpus Upnyk 0012Digital Perpus Upnyk 0013Digital Perpus Upnyk 0014Digital Perpus Upnyk 0015Digital Perpus Upnyk 0016Digital Perpus Upnyk 0017Digital Perpus Upnyk 0018Digital Perpus Upnyk 0019Digital Perpus Upnyk 0020Journal Cattleyadf 8101Journal Cattleyadf 8102Journal Cattleyadf 8103Journal Cattleyadf 8104Journal Cattleyadf 8105Journal Cattleyadf 8106Journal Cattleyadf 8107Journal Cattleyadf 8108Journal Cattleyadf 8109Journal Cattleyadf 8110Journal Cattleyadf 8111Journal Cattleyadf 8112Journal Cattleyadf 8113Journal Cattleyadf 8114Journal Cattleyadf 8115Journal Cattleyadf 8116Journal Cattleyadf 8117Journal Cattleyadf 8118Journal Cattleyadf 8119Journal Cattleyadf 8120Journal Cattleyadf 8101Journal Cattleyadf 8102Journal Cattleyadf 8103Journal Cattleyadf 8104Journal Cattleyadf 8105Journal Cattleyadf 8106Journal Cattleyadf 8107Journal Cattleyadf 8108Journal Cattleyadf 8109Journal Cattleyadf 8110Journal Cattleyadf 8111Journal Cattleyadf 8112Journal Cattleyadf 8113Journal Cattleyadf 8114Journal Cattleyadf 8115Journal Cattleyadf 8116Journal Cattleyadf 8117Journal Cattleyadf 8118Journal Cattleyadf 8119Journal Cattleyadf 8120
Berita Internasional

Houthi Serang Kapal Tanker di Laut Merah 2025: Kontroversial

Houthi serang kapal tanker

polres-serkot.idHouthi serang kapal tanker di Laut Merah pada Senin (1/9/2025), menyusul kematian perdana menteri mereka akibat serangan udara Israel. Kelompok Houthi menargetkan kapal berbendera Liberia, Scarlet Ray, yang mereka klaim milik Israel. Aksi ini meningkatkan ketegangan di jalur perdagangan global. Artikel ini mengulas kronologi, respons dunia, dan dampaknya, merujuk Business Standard. Lihat juga Berita Konflik Timur Tengah.

Houthi Serang Kapal Tanker: Kronologi

Houthi menembakkan rudal balistik ke Scarlet Ray di Laut Merah, mengklaim serangan mengenai sasaran secara langsung. Juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Saree, menyebut kapal itu milik Israel, menurut Al Bawaba. Namun, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan rudal meleset, dengan awak kapal mendengar ledakan dan melihat cipratan air di dekat kapal. “Seluruh kru selamat, dan kapal melanjutkan perjalanan,” ujar UKMTO. Ambrey, perusahaan keamanan maritim, mengonfirmasi Scarlet Ray dimiliki Eastern Pacific Shipping, perusahaan milik miliarder Israel Idan Ofer.

Serangan ini terjadi setelah Israel menewaskan perdana menteri Houthi, Ahmed Ghaleb Nasser al-Rahawi, dan sejumlah pejabat pada 29 Agustus 2025. Houthi sebelumnya menenggelamkan dua kapal tanker pada Juli 2025, menunjukkan eskalasi aksi mereka, menurut Reuters.

Respons Dunia terhadap Serangan

Houthi serang kapal tanker memicu kecaman internasional. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerukan Houthi membebaskan 11 staf PBB yang ditahan pada 31 Agustus 2025, sehari setelah pengumuman kematian perdana menteri mereka. Penahanan terjadi saat Houthi menyerbu kantor PBB di Sanaa, menurut BBC. Utusan PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, menyatakan Houthi telah menahan 23 personel PBB sejak 2021 dan 2023, dengan tuduhan mereka bagian dari “jaringan mata-mata Amerika-Israel” di bawah kedok kemanusiaan. PBB membantah tuduhan ini.

AS dan Inggris, yang memimpin Operasi Prosperity Guardian untuk melindungi pelayaran di Laut Merah, mengutuk serangan ini. Houthi telah menyerang lebih dari 100 kapal sejak November 2023, menewaskan delapan pelaut dan menenggelamkan empat kapal, menurut NPR.

Penahanan Staf PBB oleh Houthi

Houthi menahan 11 staf PBB di Sanaa pada 31 Agustus 2025, menambah daftar 23 personel yang ditahan sejak 2021. Mereka mengklaim aksi ini menargetkan “jaringan mata-mata” yang menyamar sebagai pekerja kemanusiaan. PBB menegaskan tuduhan itu tidak berdasar. António Guterres menyerukan pembebasan tanpa syarat, sementara Hans Grundberg memperingatkan penahanan ini memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman.

Dampak Serangan terhadap Perdagangan Global

Houthi serang kapal tanker mengganggu jalur perdagangan Laut Merah, yang menangani 12% perdagangan dunia, termasuk minyak dan gas. Serangan sejak Oktober 2023 mengurangi lalu lintas kapal di Terusan Suez dari 2.068 pada November 2023 menjadi 877 pada Oktober 2024, menurut Wikipedia. Perusahaan seperti Shell menangguhkan pengiriman melalui rute ini, memilih Tanjung Harapan yang menambah 11.000 mil laut dan biaya hingga US$1 juta per perjalanan.

Eskalasi ini memengaruhi harga barang global. Pada Februari 2024, biaya sewa kontainer di Inggris naik 300%. Dengan demikian, Houthi serang kapal tanker memperburuk ketidakstabilan ekonomi di tengah konflik Gaza.

Rekomendasi dan Langkah ke Depan

Komunitas internasional harus memperkuat keamanan maritim di Laut Merah. Operasi Prosperity Guardian perlu melibatkan lebih banyak negara, seperti Arab Saudi dan UEA. Selain itu, dialog diplomatik dengan Iran, pendukung Houthi, dapat meredakan ketegangan. Misalnya, negosiasi untuk membebaskan staf PBB bisa menjadi langkah awal. Oleh karena itu, PBB dan negara Barat harus mendorong solusi damai sambil menjaga tekanan militer.

Kesimpulan

Houthi serang kapal tanker Scarlet Ray di Laut Merah pada 1 September 2025 menunjukkan eskalasi konflik pasca-serangan Israel. Meski rudal meleset, aksi ini dan penahanan staf PBB memperburuk ketegangan regional. Dunia perlu memperkuat keamanan maritim dan diplomasi untuk menjaga stabilitas perdagangan global. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Berita Konflik Timur Tengah atau Analisis Keamanan Global.